Berita Penting Bagi Kita Semua!!!

Kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat yang sama-sama mengharap Ridho Allah Subhanahu wa ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman  “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” QS.Al Hujurat (49) :10

Dalam kehidupan yang kita jalani ini, kita jarang sadar bahwasanya perubahan-perubahan terjadi cepat sekali dalam diri dan lingkungan kita, perubahan tersebut akan dengan mudah terlihat jika yang melihat adalah orang lain diluar kita,atau luar lingkungan kita. Orang yang makan sambal trasi disuatu ruangan tetutup terkadang tidak sadar bahwa aroma ruangan dimana ia makan telah berubah menjadi beraroma trasi. Orang yang makan trasi ketika menghirup udara di sekitarnya akan merasa bahwa aroma udara biasa-biasa saja atau tidak ada perubahan. Namun apa yang terjadi ketika seseorang dari luar datang ke dalam ruangan tersebut, dengan hidungnya yang normal ia merasakan aroma trasi tercium sangat pekat.

Hal ini menunjukan betapa kita memerlukan orang lain untuk mengingatkan kita terus menerus, lagi dan lagi.

Lantas bagaimana cara untuk mendapatkan orang-orang yang mau mengingatkan kita?

Sebelumnya kita harus sadari bahwa tugas kita adalah saling mengingatkan, maka janganlah menunggu, mulailah latihan untuk menjadi bagian orang yang mengingatkan dimana saja, di rumah, di kantor, di telpon bahkan internet.

Kepada kaum Muslimin dan Muslimat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita ini mungkin bukan saudara kandung, dan mungkin belum pernah bertemu sebelumnya, tapi kita ini hakikatnya adalah bersaudara , yang sama-sama mempunyai kalimat yang agung yaitu kalimat “Laa ilaha illallah, Muhammadu Rasulullah” dengan ini kita dipersaudarakan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia dan di akhirat. Sebagai saudara kita sama-sama punya hak dan sama-sama punya kewajiban untuk saling mendoakan ketika kita berjauhan (Allahumaghfir lil mu’minina wal mu’minat wal muslimina wal muslimat al ahyai minhum wal amwat) dan saling silaturahim jika berdekatan (panjangkan umur dan lapangkan rezeki)  . Dan yang lebih penting lagi kita sebagai saudara sesama muslim adalah saling ingat mengingatkan, terutama tentang apa? yaitu tentang perkara agama, tentang perkara akhirat, tentang bahwasanya  kita di dunia ini hanyalah sangat-sangat sementara, sedangkan saat ini juga kita di dunia ini sedang berjalan menuju akhirat yang kekal abadi selama-lamanya. Bagaimana di dunia kita butuh bekal dan di akhiratpun kita butuh bekal, di dunia yang sementara kita hari-hari mengusahakannya, maka bagaimana kita persiapkan juga bekal kita untuk akhirat yang selama-lamanya.

Bagaimana usaha keduniaan kita ini dapat membawa kita selamat di dunia yang sementara dan akhirat yang selama-lamanya.

Bekal kita adalah iman dan amal shaleh, sedangkan ilmu – ilmu yang kita pelajari , akan mampu menjadi bekal apabila telah wujud menjadi amal shaleh, sisa-sisa ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi sekedar pengetahuan, fitnah, dan penyesalan bagi kita di alam akhirat yang selama-lamanya.

Saudaraku yang sama-sama mengharapkan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala, dalam sautu hadits disebutkan:

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Nabi Shallalahu’alayhi wa sallam bersabda : “Ya Allah sebenarnya tidak ada kehidupan yang sesungguhnya kecuali kehidupan akhirat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Anas Radhiyallahu’anhu ia berkata : Rasulullahi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Pada hari kiamat dihadirkan orang yang paling senang sewatu di dunia. Ia termasuk caon penghuni neraka. Kemudian ia di masukan sebentar ke dalam neraka , dan ditanya : Wahai anak Adam , apakah kamu merasakan kesenangan, dan apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?” Ia menjawab : “Demi Allah tidak ada wahai Tuhanku.” Lalu didatangkan juga orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia. Ia termasuk penghuni surga, kemudian Ia dimasukan sebentar ke dalam surga dan ditanya “Wahai anak Adam, apakah kamu merasakan penderitaan?” Ia menjawab : Demi Allah, saya tidak merasakan adanya kesedihan.” (HR.Muslim)

Dari Al-Mustaurid Syaddad Radhiyallahu’anhu, ia berkata : Rasulullahi Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda : “Perbandingan antara dunia dengan akhirat , seperti seseorang di antara kalian yang memasukan jari-jarinya kedalam lautan, maka perhatikanlah apa yang dapat ia peroleh?” (HR.Muslim)

Dari Jabir radhiyallahu’anhu ia berkata : Rasulullahi Shallallahu’alayhi wa sallam berjalan-jalan di pasar dikelilingi para  shahabat, kemudian beliau melewati bangkai seekor anak kambing yang telinganya kecil dan beliau mengangkat telingannya, seraya bertanya : “Siapakah di antara kalian yang suka membeli bangkai ini dengan harga satu dirham?” Mereka menjawab : “maka semua tidak ada yang menyukainya, buat apakah bangkai itu?” Beliau bertanya lagi : “Apakah kalian suka andaikan bangkai ini diberikan kepada kalian?” mereka menjawab : “Demi Allah, andaikan binatang itu masih hidup, itu pun cacat apalagi ia sudah menjadi bangkai.” Beliau lalu bersabda ” Demi Allah, dunia itu lebih hina dalam pandangan Allah, melebihi hinanya bangkai ini menurut pandanganmu.” (HR. Muslim)

Saudaraku yang sama-sama mengharap ridho Allah subhanahu wa Ta’ala.  Dunia ini hina dan telah Allah hinakan , tapi mengapa Allah kirim kita di dunia ini? Apakah untuk menikmati kehinaan? Bukan saudaraku, kita di dunia ini sedang di uji oleh Allah Subhanahu wa ta’ala bagaimana perlakuan kita terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya di dunia ini.

” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.  Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. QS.Al hadid (57):20

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Quran

“.. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.  QS. Albaqarah (2) :221

Saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala Skenario hidup kita adalah :

Dulu kita tidak ada, lalu dilahirkan ke dunia ini, nanti kita akan mati. ini pasti saudaraku.

Dunia ini dulu tidak ada, lalu diadakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita ada karena diadakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, diadakan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Yang membedakan kita dengan umat-umat nabi sebelumnya adalah Kita dilahirkan sebagai Umat Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam Nabi yang terakhir, oleh karena itu tugas para Anbiya dan para Rasul telah dilimpahkan kepada setiap individu yang mengaku sebagai umat nabi Muhammad Shllallahu’alayhi wa sallam, inilah ibadah kita yang paling mencocoki dan bersesuaian dengan kehendak Allah Subhanahu wa ta’ala yakni mengajak kepada Surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kakek Buyut kita nabi Adam Alayhissalam dulu adalah penduduk Surga, maka bagaimana usaha kita kini untuk menjadi ahli surga lagi seperti yang di kehendaki Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).”  Qs. Yusnus (10):25.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. QS Ali Imran (3) :110.

Kita adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia untuk tugas amar ma’ruf nahi munkar, Kita musti ingat bahwa itu tugas utama kita, dan itu pulalah yang menjadi maksud hidup nabi-nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ingatlah saudaraku kehidupan kita di dunia ini sangat – sangat sementara, janganlah keduniaan kita melenakan kita dari perintah perintah-Nya.

Jadilah bagian dari orang yang mengingatkan tentang pentingnya iman dan amal sholeh.

Marilah sama-sama kita berdo’a supaya Allah menjadikan kita orang-orang yang di kehendaki-Nya untuk mendapat petunjuk-Nya . Amin Yaa Rabbal ‘Alamin..

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.” QS. Yunus (10): Ayat 9

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS At-Taghabun (64) Ayat 11:

About Mariana City

What Do You Need, I Present To You
This entry was posted in Budaya, News, Religi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s