Belanda Mengakui Kemerdekaan RI 27 Desember 1949???

VIVAnews – Kendati sudah 65 tahun merdeka, Indonesia merasa berkepentingan untuk mendapat pengakuan tertulis dari Belanda. Penerimaan dari Belanda itu akan tercantum dalam Perjanjian Kemitraan Komprehensif yang akan diresmikan kedua pemerintah di tengah lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda, 5-7 Oktober 2010.

Demikian ungkap juru bicara Kementrian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, dalam wawancara dengan Radio Nederland siaran Indonesia, yang disiarkan Senin 4 Oktober 2010. Menurut Faizasyah pengakuan tertulis ini tidak hanya penting bagi Indonesia, namun juga bagi Belanda.

“Ini penting bagi kedua negara, karena bagi Indonesia dan Belanda tidak ada lagi keragu-raguan atas sisi sejarah kedua negara. Dalam melihat masa lalu, kita bisa berangkat dari starting point yang sama,” kata Faizasyah, yang juga merangkap sebagai juru bicara kepresidenan untuk urusan luar negeri.

Menurut dia, memang secara de facto sudah ada pengakuan dari Belanda dengan hadirnya Menteri Luar Negeri saat itu, Bernard Bot, pada peringatan 17 Agustus di Jakarta lima tahun lalu. “Namun dalam konteks tertulis, dokumen [kemitraan komprehensif] ini bisa merepresentasikan adanya pengakuan bahwa penerimaan kemerdekaan Indonesia tahun 1945, dapat diterima secara moral dan politik oleh pihak Belanda,” kata Faizasyah.

Dengan pengakuan baik secara de facto maupun secara tertulis, maka tidak akan ada lagi distorsi sejarah maupun keragu-raguan dari kedua belah pihak. “Kita bisa menatap hubungan ke depan tanpa perlu direcoki oleh perbedaan persepsi di masa lalu,” kata Faizasyah.

Sebelumnya, kepada Radio Netherland pihak Kementrian Luar Negeri Belanda menegaskan bahwa pemerintahnya sudah mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949, sehingga mereka tidak bisa mengakui dua kali.

Namun, menurut Faizasyah, dokumen nanti sifatnya lebih menerima suatu realitas sejarah bahwa Indonesia pada tahun 1945 memproklamasikan kemerdekaan. Maka ada baiknya bila penerimaan itu dikonkritkan melalui “hitam di atas putih” sehingga tidak ada keraguan lagi dari kedua pihak bahwa hal-hal yang masih menjadi ganjalan bagi hubungan kedua pihak sudah bisa diselesaikan secara bermartabat.

Dia menilai masih banyak pelaku sejarah dari kedua negara yang memiliki persepsi masing-masing atas kemerdekaan Indonesia dan bagaimana sudut pandang Belanda atas kemerdekaan itu.

About Mariana City

What Do You Need, I Present To You
This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

5 Responses to Belanda Mengakui Kemerdekaan RI 27 Desember 1949???

  1. OMG koq bisa??? Apakah selama ini Indonesia gak tau apa???

  2. Garry says:

    Ini sebenernya ulah RMS gan, katanya Indonesia melanggar HAM karena melanggar hak-hak asasi manusia di Maluku. Saat ini ada 93 orang dipenjara karena mereka berdemonstrasi secara damai bagi Republik Maluku Selatan. Data ini berdasarkan laporan dari Amnesty International dan Human Rights Watch.

  3. Ridho says:

    Inilah yang dinamakan Teroris!!!

  4. ompong says:

    Berita dikutip dari detik.com:

    Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendadak membatalkan kunjungan ke Belanda yang sejatinya akan menjadi kunjungan bersejarah. Keputusan itu diambil sebab SBY tidak bisa menerima karena saat melakukan kunjungan kenegaraan itu, di Den Haag akan digelar pengadilan yang salah satunya akan memutuskan untuk menangkapnya.

    “Ini menyangkut harga diri kita sebagai bangsa,” kata SBY saat menggelar jumpa pers di VVIP Room Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (5/10/2010). SBY mengenakan setelan jas warna hitam didampingi para pembantunya yang berbaju senada.

    Pembatalan kepergian ini diputusan di detik-detik terakhir karena sebelumnya persiapan terbang ke Belanda telah dilakukan. Para petugas Istana tiba-tiba mengeluarkan semua keperluan SBY yang sudah disimpan di Istana, termasuk setelan jas bertuliskan RI-1. Kendaraan Kepresidenan yang semula membawa SBY ke Halim, juga bersiap untuk membawa SBY kembali pergi ke Istana. Pemandangan ini membuat spekulasi SBY batal ke Belanda merebak, dan menjadi nyata setelah SBY menjawabnya lewat pidato tanpa tanya jawab.

    SBY mengatakan, dirinya akan mengirim surat kepada PM Belanda mengenai pembatalan ini. “Sampai situasi jernih karena niat kita untuk meningkatkan kerja sama,” kata SBY dengan wajah serius.

    SBY menyatakan, sidang itu akan mengganggu hubungan Indonesia-Belanda yang sedang bagus. “(Itu) Kontraproduktif mengingat kerja sama kita dan Belanda terus meningkat, tapi kita akan lihat perkembangannya,” kata SBY.

    SBY membatalkan kunjungannya ke Belanda karena adanya perkembangan situasi di Belanda yang mengusik hatinya. SBY mengatakan, saat dirinya berkunjung di Belanda, akan ada pengadilan yang salah satunya akan memutuskan agar Presiden RI ditangkap saat berkunjung di Belanda.

    Menurut SBY, pengadilan tersebut mempersoalkan HAM di Indonesia. Tuntutan diajukan oleh sejumlah pihak termasuk RMS.

    Rencana kunjungan ini telah direncanakan sejak tahun 2007. Dan tahun ini, agenda kunjungan ke Belanda ini memang telah masuk ke dalam daftar agenda kunjungan Presiden SBY ke luar negeri.

    Seperti diberitakan detikcom, kort geding (prosedur dipercepat-red) permohonan untuk penangkapan Presiden RI dimasukkan ke Pengadilan Den Haag hari ini, sehari sebelum kedatangan presiden.

    John Wattilete dari RMS berkeyakinan bahwa pengadilan akan mengeluarkan putusan sebelum atau selama kunjungan presiden RI masih berlangsung, demikian seperti dilansir ANP, Senin (4/10/2010).

    Informasi yang diperoleh detikcom, kunjungan presiden juga akan dimanfaatkan RMS untuk menarik perhatian dengan menggelar demonstrasi di alun-alun Malieveld, Den Haag, pada Kamis (7/10/2010).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s