Warga Mariana Sumsel Gempar, Dayung Kapal Sriwijaya Muncul

Banyuasin – Masyarakat Desa Sumirejo, Mariana, Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel), digemparkan oleh kabar bahwa kapal peninggalan kerajaan Sriwijaya muncul kembali ke permukaan tanah. Padahal sejak tahun 1994, kapal dari masa 610-775 Masehi itu sudah dibungkus dan ditimbun ke dalam tanah.

“Benar informasi itu. Kalau malam dayung kapalnya sering muncul ke permukaan,” kata Mbah Jana alias Nurjanah (70), ditemui di rumahnya di Jalan Cendana II Radio II, Desa Sumirejo, Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Sabtu (05/09/2009).

“Saya tidak tahu kenapa bisa muncul. Saat siang dia hilang lagi ke dalam tanah,” kata pemilik lahan tempat ditemukan kapal kuno tersebut.

Informasi Mbah Jana dibenarkan oleh cucunya, Apriyanto (14), “Ya, yang sering muncul adalah dayungnya. Tapi munculnya malam,” ungkapnya.

Saat mengunjungi lokasi kapal itu ditimbun, hanya ditemukan bekas galian yang disebut Mbah Jana bekas sumur tua. “Dari sumur inilah sering muncul dayung kapal,” imbuhnya.

Kapal itu sendiri ditemukan oleh Mbah Jana tahun 1984 bersama suaminya Tohir, yang telah meninggal dunia tahun 2001 lalu. Awalnya berdasarkan mimpi Mbah Jana. “Saya bermimpi didatangi seseorang berjubah hitam dan bersorban. Orang itu mengatakan tolong diurus kapal yang berada di belakang rumahmu,” kata Mbah Jana menceritakan mimpinya.

Setelah diceritakan dengan suaminya, yang sempat tidak percaya, mereka kemudian bersama para tetangganya melakukan penggalian. “Ditemukan kapal itu. Lalu banyak orang turut menggali dan menemukan sejumlah benda kuno seperti keramik,” jelasnya.

Selanjutnya, datanglah orang dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi dan melakukan penelitian.

About Mariana City

What Do You Need, I Present To You
This entry was posted in News. Bookmark the permalink.